Cara Menulis Lamaran Kerja di Email yang Benar & Profesional
Melamar pekerjaan melalui email sudah menjadi hal yang umum saat ini. Namun, masih banyak orang yang belum memahami cara menulis lamaran kerja di email dengan baik dan benar.
Padahal, email lamaran kerja yang rapi dan profesional bisa meningkatkan peluang kamu untuk dipanggil interview. Di artikel ini, kamu akan belajar langkah-langkah lengkap serta tips agar lamaran kamu terlihat lebih menarik di mata HRD.
Kenapa Menulis Email Lamaran Kerja Harus Profesional?
Email lamaran kerja adalah kesan pertama yang dilihat oleh HRD sebelum membaca CV atau melihat pengalaman kamu. Dari cara kamu menulis email, perusahaan bisa menilai seberapa serius dan profesional kamu dalam melamar pekerjaan.
Jika email ditulis dengan rapi, jelas, dan sopan, peluang untuk dilirik akan jauh lebih besar. Sebaliknya, email yang asal-asalan bisa langsung diabaikan, meskipun kamu memiliki kualifikasi yang baik.
Selain itu, email yang profesional menunjukkan bahwa kamu memahami etika komunikasi di dunia kerja. Hal ini penting karena perusahaan tidak hanya mencari kemampuan, tetapi juga sikap dan cara berkomunikasi.
Dengan kata lain, email lamaran kerja bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting yang bisa menentukan apakah kamu lanjut ke tahap berikutnya atau tidak.
Struktur Penulisan Lamaran Kerja di Email
Agar email lamaran kerja terlihat profesional, kamu perlu memahami struktur penulisannya. Dengan susunan yang rapi, HRD bisa dengan mudah membaca dan memahami maksud email kamu tanpa merasa bingung.
Secara umum, email lamaran kerja terdiri dari beberapa bagian penting yang saling melengkapi.
1. Salam Pembuka
Mulailah dengan sapaan yang sopan dan formal. Jika kamu mengetahui nama HRD, akan lebih baik untuk mencantumkannya.
Contoh:
Yth. Bapak/Ibu HRD
atau
Yth. Bapak/Ibu [Nama Perusahaan]
2. Paragraf Pembuka
Di bagian ini, jelaskan tujuan kamu mengirim email. Tuliskan posisi yang dilamar dan dari mana kamu mendapatkan informasi lowongan tersebut. Buat singkat dan langsung ke inti.
3. Isi Email (Perkenalan Singkat)
Selanjutnya, perkenalkan diri secara singkat. Tidak perlu terlalu panjang, cukup informasi penting seperti:
- Nama
- Pendidikan terakhir
- Pengalaman atau keahlian utama
Fokus pada hal yang relevan dengan posisi yang dilamar.
4. Penutup dan Harapan
Sampaikan harapan kamu untuk bisa dipertimbangkan dan dipanggil ke tahap berikutnya. Gunakan kalimat yang sopan dan tidak berlebihan.
5. Penutup Formal
Akhiri email dengan ucapan terima kasih dan salam penutup.
Contoh:
Terima kasih atas perhatiannya.
Hormat saya,
[Nama Kamu]
6. Lampiran
Meskipun tidak ditulis panjang di isi email, pastikan kamu menyebutkan bahwa dokumen seperti CV dan portofolio sudah dilampirkan.
Struktur email lamaran kerja yang baik harus jelas, rapi, dan tidak bertele-tele. Dengan susunan yang tepat, HRD akan lebih mudah memahami isi email dan melihat kamu sebagai kandidat yang profesional.
Cara Menulis Subjek Email Lamaran Kerja
Subjek email lamaran kerja adalah hal pertama yang dilihat HRD sebelum membuka isi email kamu. Jika subjek tidak jelas atau terlihat asal, email bisa saja diabaikan meskipun isi lamaran kamu bagus.
Karena itu, penting untuk menulis subjek yang singkat, jelas, dan langsung menunjukkan tujuan kamu.
1. Format Subjek yang Disarankan
Secara umum, subjek email lamaran kerja bisa ditulis dengan format seperti:
Posisi yang Dilamar – Nama
Contoh:
Lamaran Kerja Admin – Andi Saputra
Lamaran Digital Marketing – Siti Aisyah
Format ini sederhana tapi sudah cukup informatif.
2. Alternatif Format yang Lebih Lengkap
Jika perusahaan meminta detail tambahan, kamu bisa menambahkan kode atau sumber lowongan.
Contoh:
Lamaran Kerja Staff Akuntansi – Andi Saputra – Jobstreet
Lamaran Customer Service – Siti Aisyah – Kode CS01
Dengan begitu, HRD lebih mudah mengelompokkan lamaran.
3. Hal yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:
- Subjek terlalu umum seperti “Lamaran Kerja”
- Tidak mencantumkan posisi
- Menggunakan bahasa santai atau tidak formal
- Menulis terlalu panjang
Subjek yang tidak jelas bisa membuat email kamu terlewat.
4. Tips Agar Subjek Lebih Menarik
Gunakan kata yang langsung ke inti tanpa tambahan tidak penting. Pastikan tetap profesional dan sesuai dengan posisi yang dilamar. Jika lowongan memiliki instruksi khusus, selalu ikuti format yang diminta perusahaan.
Subjek email lamaran kerja harus singkat, jelas, dan profesional. Dengan penulisan yang tepat, peluang email kamu dibuka dan dibaca oleh HRD akan semakin besar.
Contoh Email Lamaran Kerja yang Benar
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh email lamaran kerja yang bisa kamu jadikan referensi. Penulisannya dibuat sederhana, sopan, dan langsung ke inti agar mudah dibaca oleh HRD.
Yth. Bapak/Ibu HRD PT Maju Jaya
di Tempat
Dengan hormat,
Perkenalkan, nama saya Andi Saputra, lulusan S1 Manajemen dari Universitas XYZ. Melalui email ini, saya bermaksud melamar pekerjaan untuk posisi Admin sesuai informasi lowongan yang saya dapatkan dari Jobstreet.
Saya memiliki pengalaman sebagai Admin selama 1 tahun dan terbiasa mengelola data, membuat laporan, serta mengoperasikan Microsoft Office dengan baik. Saya juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja secara tim maupun individu.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan CV dan dokumen pendukung lainnya. Besar harapan saya untuk dapat diberikan kesempatan mengikuti tahap seleksi selanjutnya.
Demikian email lamaran ini saya sampaikan. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Andi Saputra
Dengan contoh email lamaran kerja yang benar, kamu bisa memiliki gambaran bagaimana menulis email yang profesional. Hal ini akan membantu meningkatkan peluang kamu untuk dilirik oleh HRD.
Kesalahan Umum Saat Mengirim Lamaran Lewat Email
Banyak pelamar kerja tidak sadar melakukan kesalahan kecil saat mengirim lamaran lewat email. Padahal, hal-hal sepele ini bisa membuat HRD langsung melewatkan email kamu tanpa dibaca lebih lanjut.
Agar tidak terjadi, berikut beberapa kesalahan umum yang perlu kamu hindari:
1. Tidak Menulis Subjek atau Subjek Tidak Jelas
Email tanpa subjek atau hanya menulis “Lamaran Kerja” terlihat tidak profesional. HRD akan kesulitan mengetahui posisi yang kamu lamar.
2. Isi Email Kosong atau Terlalu Singkat
Ada yang hanya menulis “CV terlampir” tanpa penjelasan apapun. Ini memberikan kesan tidak serius dan kurang sopan.
3. Bahasa Terlalu Santai
Menggunakan bahasa seperti chat sehari-hari bisa membuat kamu terlihat kurang profesional. Contoh yang kurang tepat: “Ini lamaran saya ya kak”
4. Salah Alamat Email Tujuan
Kesalahan mengirim ke alamat yang salah masih sering terjadi. Hal ini akan membuat email tidak sampai ke HRD atau lamaran kamu tidak diproses sebagaimana mestinya.
5. Tidak Melampirkan Dokumen
Kesalahan paling fatal adalah lupa melampirkan CV atau dokumen penting. Padahal ini adalah inti dari lamaran kamu, tanpa lampiran, HRD tidak bisa menilai kamu.
6. Nama File Tidak Profesional
Nama file seperti:
- CVbaru.pdf
- dokumenfixbanget.docx
Sebaiknya gunakan format yang lebih rapi, misalnya: CV_Andi_Saputra.pdf
7. Mengirim Email Berulang-ulang
Mengirim email berkali-kali dalam waktu singkat bisa membuat HRD terganggu. Lebih baik tunggu beberapa hari sebelum follow up.
Kesalahan kecil dalam email lamaran kerja bisa berdampak besar pada peluang kamu. Dengan menghindari hal-hal di atas, kamu bisa tampil lebih profesional dan meningkatkan kesempatan diterima.
Kesimpulan
Menulis lamaran kerja di email tidak hanya soal mengirim CV, tetapi juga bagaimana kamu menyampaikan diri secara profesional melalui tulisan. Mulai dari subjek, isi email, hingga lampiran, semuanya harus disusun dengan rapi dan jelas.
Dengan mengikuti struktur yang benar, menghindari kesalahan umum, dan memperhatikan detail kecil, kamu bisa meningkatkan peluang untuk dilirik oleh HRD. Email yang baik akan memberikan kesan pertama yang positif dan membuka kesempatan ke tahap berikutnya.

Posting Komentar